Mengajar Untuk Terus Belajar ربنا زدنا علما وارزقنا فهما
Jumat, 31 Mei 2019
Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni
1 Juni ditetapkan sebagai Hari Lahir Pancasila. Lahirnya Pancasila adalah judul pidato yang disampaikan oleh Soekarno pada 1 Juni 1945. Bagaimana sejarahnya?
Dokuritsu Junbi Cosakai atau Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) mengadakan sidangnya yang pertama dari 29 Mei dan selesai tanggal 1 Juni 1945. Rapat dibuka pada tanggal 28 Mei 1945 dan pembahasan dimulai keesokan harinya 29 Mei 1945 dengan tema dasar negara.
Rapat pertama diadakan di gedung Chuo Sangi In di Jalan Pejambon 6 Jakarta yang kini dikenal dengan sebutan Gedung Pancasila. Pada zaman Belanda, gedung tersebut merupakan gedung Volksraad atau Perwakilan Rakyat.
Setelah beberapa hari tidak mendapat titik terang, pada 1 Juni 1945, Soekarno mendapat giliran untuk menyampaikan gagasannya tentang dasar negara Indonesia merdeka, yang dinamakan Pancasila. Pidato yang tidak dipersiapkan secara tertulis terlebih dahulu itu diterima secara aklamasi oleh segenap anggota BPUPKI.
Selanjutnya BPUPKI membentuk panitia kecil untuk merumuskan dan menyusun Undang-Undang Dasar dengan berpedoman pada pidato Bung Karno tersebut. Lalu dibentuklah Panitia Sembilan terdiri dari Soekarno, Mohammad Hatta, Mr. AA Maramis, Abikoesno Tjokrosoejoso, Abdul Kahar Muzakir, Agus Salim, Achmad Soebardjo, Wahid Hasjim, dan Mohammad Yamin yang ditugaskan untuk merumuskan kembali Pancasila sebagai Dasar Negara berdasar pidato yang diucapkan Soekarno pada 1 Juni 1945 dan menjadikan dokumen tersebut sebagai teks untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.
Setelah melalui proses persidangan dan lobi-lobi akhirnya rumusan Pancasila hasil penggalian Soekarno tersebut berhasil dirumuskan untuk dicantumkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar 1945. Kemudian disahkan dan dinyatakan sah sebagai dasar negara Indonesia merdeka pada 18 Agustus 1945 oleh BPUPKI.
Dalam kata pengantar atas dibukukannya pidato tersebut, yang untuk pertama kali terbit pada tahun 1947, mantan Ketua BPUPKI Dr Radjiman Wedyodiningrat menyebut pidato Soekarno itu berisi Lahirnya Pancasila.
Kini, tanggal 1 Juni resmi ditetapkan jadi Hari Lahir Pancasila lewat Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016 Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jokowi menyampaikan keputusan ini melalui pidato pada peringatan Pidato Bung Karno 1 Juni 1945, di Gedung Merdeka, Bandung pada 1 Juni 2016. Tanggal 1 Juni juga ditetapkan sebagai hari libur nasional.
Nah, jangan keliru antara Hari Lahir Pancasila dengan Hari Kesaktian Pancasila. Hari Kesaktian Pancasila diperingati 1 Oktober. Hari Kesaktian Pancasila lebih berkaitan dengan peristiwa G30S/PKI yang terjadi 30 September 1965. Sedangkan Hari Lahir Pancasila diperingati 1 Juni.
Selamat Hari Lahir Pancasila!
Mutiara hikmah yang mahal
*حكمة غالية*
*سئل الطنطاوي رحمه الله عن أجمل حكمة قرأها في حياته فقال: لقد قرأت لأكثر من سبعين عاما، فما وجدت حكمة أجمل من تلك التي رواها ابن الجوزي رحمه الله:*
*إن مشقة الطاعة تذهب ويبقى ثوابها.. وإن لذة المعاصي تذهب ويبقى عقابها.. كُن مع الله ولا تُبالي.. ومُدّ يديك إليه في ظُلُمات اللّيالي..* *وقُل: يا رب ما طابت الدّنيا إلاّ بذكرك.. ولا الآخرة إلاّ بعفوك.. ولا الجنّة إلاّ برُؤيتك..* *صافح وسامح.. ودع الخلق للخالق.. فنحن وهم راحلون.. افعل الخير مهما استصغرته.. فإنك لا تدري أي حسنة تدخلك الجنة.*
*سئل الطنطاوي رحمه الله عن أجمل حكمة قرأها في حياته فقال: لقد قرأت لأكثر من سبعين عاما، فما وجدت حكمة أجمل من تلك التي رواها ابن الجوزي رحمه الله:*
*إن مشقة الطاعة تذهب ويبقى ثوابها.. وإن لذة المعاصي تذهب ويبقى عقابها.. كُن مع الله ولا تُبالي.. ومُدّ يديك إليه في ظُلُمات اللّيالي..* *وقُل: يا رب ما طابت الدّنيا إلاّ بذكرك.. ولا الآخرة إلاّ بعفوك.. ولا الجنّة إلاّ برُؤيتك..* *صافح وسامح.. ودع الخلق للخالق.. فنحن وهم راحلون.. افعل الخير مهما استصغرته.. فإنك لا تدري أي حسنة تدخلك الجنة.*
Jumat, 26 April 2019
UCAPAN KATA-KATA PERPISAHAN OLEH RAHMAD JAU DARI MAHULU
Salah Satu persembahan puisi perpisahan Wisudawan yang dibaca oleh Rahmad Jau Dari Mahulu.
Disini kita bertemu untuk pertama
Membarter nama dan berjabat tangan
Kau sahabatku dan aku sahabatmu
Di sekolah ini kita bertemu
Di sekolah ini kita mengukir kenangan yang seru.
Hari ini …
Jiwa dan naluri kita kembali terluka atas perpisahan raga
Namun percayalah kawan …. namun percayalah kawan ….
Hati kita akan selalu terikat
Jalinan Ukhuwahnya akan semakin erat
Semakin raga jauh melangkah, semakin hati kita mendekat
Sahabat ….
Kini tidak akan ada lagi sapaan yang kau ucapkan setiap pagi
Tidak akan ada lagi curahan sedih yang kau utarakan lagi
Dan tidak akan ada lagi suara tawa yang aku dengarkan setiap hari
Semuanya kini berat hatiku berpisah dengan kalian
Sahabat ….
Terima kasih untuk semua kenangan indah yang kau tinggalkan
Janganlah pernah kalian lupa, bahwa kita pernah bersama
Semoga suatu hari nanti kita bisa bertemu lagi
Sampai jumpa sahabat . . . . . selamat tinggal
Perpisahan ini bukanlah akhir dari segalanya . . . .
Haru sedih bahkan ada juga yang menangis karena sebentar lagi, setelah acara wisuda ini, mereka tidak akan bisa bercanda tawa lagi dengan teman-teman. Tidak bisa menikmati suasana putih abu-abu lagi. Karena masa-masa paling indah adalah masa-masa di sekolah.
Dalam acara wisuda diisi dengan berbagai penampilan kreativitas siswa. Mulai dari yang bernuansa keagamaan, humor, dan nuansa kesedihan.
Disini kita bertemu untuk pertama
Membarter nama dan berjabat tangan
Kau sahabatku dan aku sahabatmu
Di sekolah ini kita bertemu
Di sekolah ini kita mengukir kenangan yang seru.
Hari ini …
Jiwa dan naluri kita kembali terluka atas perpisahan raga
Namun percayalah kawan …. namun percayalah kawan ….
Hati kita akan selalu terikat
Jalinan Ukhuwahnya akan semakin erat
Semakin raga jauh melangkah, semakin hati kita mendekat
Sahabat ….
Kini tidak akan ada lagi sapaan yang kau ucapkan setiap pagi
Tidak akan ada lagi curahan sedih yang kau utarakan lagi
Dan tidak akan ada lagi suara tawa yang aku dengarkan setiap hari
Semuanya kini berat hatiku berpisah dengan kalian
Sahabat ….
Terima kasih untuk semua kenangan indah yang kau tinggalkan
Janganlah pernah kalian lupa, bahwa kita pernah bersama
Semoga suatu hari nanti kita bisa bertemu lagi
Sampai jumpa sahabat . . . . . selamat tinggal
Perpisahan ini bukanlah akhir dari segalanya . . . .
Haru sedih bahkan ada juga yang menangis karena sebentar lagi, setelah acara wisuda ini, mereka tidak akan bisa bercanda tawa lagi dengan teman-teman. Tidak bisa menikmati suasana putih abu-abu lagi. Karena masa-masa paling indah adalah masa-masa di sekolah.
Dalam acara wisuda diisi dengan berbagai penampilan kreativitas siswa. Mulai dari yang bernuansa keagamaan, humor, dan nuansa kesedihan.
Langganan:
Postingan (Atom)

































































